Pembangunan Jalan & Drainase Diprotes Warga Cetak E-mail
Sabtu, 31 Juli 2010

SIPIROK-METRO; Pembangunan fasilitas jalan dan saluran drainase di Gang Katolik, Jalan Simangambat, Lingkungan III, Kelurahan Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diprotes warga setempat. Pasalnya, sisa material pembangunan berserakan di pekarangan rumah warga.

Pemilik kedai di sekitar lokasi pembangunan, Parluhutan Sinaga (45), mengaku, pondasi dan dinding warung miliknya dibongkar untuk pembangunan jalan di gang tersebut. Namun, galian tanah untuk drainase dibiarkan tanpa disemen.

"Kita setuju dengan pembangunan, kami rela mangorbankan tanah bahkan bangunan asalkan untuk kebaikan. Namun, kalau begininya jadinya rasanya tidak perlu dibongkar," keluhnya.

Sepengetahuan warga proyek tersebut merupakan milik PU Tapsel dan itu juga yang mereka pertanyakan ke pekerja saat itu, dan jawaban pekerja memang proyek di Dinas PU Tapsel.

Amatan METRO Jumat (29/7) di lokasi tersebut, aktivitas kerja sudah tidak ada lagi. Pengaspalan jalan lapisan penetrasi (lapen) sekitar 100 meter nampak sudah selesai. Sementara, drainase sepanjang jalan tersebut hanya dipasang pasangan batu dan semen sekitar 50 meter, dan selebihnya dibiarkan berupa galian tanah, termasuk kedai milik warga yang dibongkar. (ran)