Marlon dan Azana 6 Tahun Idap Polio Cetak E-mail
Sabtu, 31 Juli 2010

(f:metro/amran pikal siregar)
Dua abang beradik yang menderita polio.
dr Lutfi: Sulit Disembuhkan
PALAS-METRO; Marlon Hadi Siregar (12), dan Azana Siregar (8), dua abang beradik warga Desa Parannapa Jae, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas yang mengalami lumpuh, ternyata menderita penyakit polio. Bahkan, penyakit tersebut sudah menjangkiti kedua bocah lelaki tersebut sejak enam tahun lalu. Ini diketahui setelah pihak Dinas Kesehatan Palas memeriksakan keduanya ke RSUD Sibuhuan.

"Kedua anak itu (Marlon dan Azana, red) sudah 6 tahun mengidap polio, sehingga sulit sekali untuk sembuh dari penyakitnya termasuk untuk berjalan, karena sudah terlambat diobati," ujar Direktur RSUD Sibuhuan dr Lutfi kepada METRO, Kamis (29/7).

Sedangkan penyebab penyakit polio, kata dr Lutfi, karena ada faktor gizi yang kurang. Kemudian di waktu kecilnya, Marlon dan Azana tidak divaksin kekebalan tubuh atau imunisasi. "Itu ada pengaruhnya tidak divaksin polio ketika masih waktu kecil," ucapnya.

Disebutkan dr Lutfi, salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah menyarankan kepada orangtua Marlon dan Azana untuk berobat terapi, agar kaki anaknya semakin kuat. Namun, melalui terapi itupun belum tentu bisa dipasikan keduanya sembuh.

Baringin Siregar, ayah Marlon dan Azana mengutarakan, kedua anaknya pernah divaksin dan ikut imunisasi ketika masih kecil. Oleh karena itu, dirinya bingung apa sebenarnya penyakit yang diidap anaknya. "Kalau dari hasil medis memang penyakitnya karena polio. Namun waktu anak saya masih kecil, pernahnya divaksin. Bahkan tanda cacar (suntikan, red) di bahunya masih ada sekarang. Kedua anak saya itu juga masih pernah bisa berjalan sebagaimana biasanya. Karena penyakitnya ini tiba-tiba saja datang, perlahan-lahan badannya kurus dan kakinya lemas tidak mampu berjalan," ucapnya dengan nada menahan tangis.

Tidak itu saja, sebut Baringin, hasil yang disampaikan dokter bahwa anaknya sulit untuk disembuhkan, membuat dirinya merasa sangat terpukul. "Namun apa boleh buat, ini sudah menjadi suratan Yang Maha Kuasa. Saya pasrah saja," ungkapnya.

Senada juga dikatakan Banir Harahap (35), yang merupakan saudara orang tua Marlon dan Azana. Dia mengaku pasrah apa yang harus dilakukan kepada keponakannya itu. Pasalnya, selain tidak memiliki harta dan uang untuk berobat, berurusan dengan pemerintah dirinya kurang begitu paham. Apalagi, mereka hanya bekerja sebagai petani desa, sementara keluarga pejabat di pemerintahan pun tidak ada.

"Kalau memang Tuhan sudah menakdirkan begini, kita terima saja. Apalagi sudah dikatakan dokter sulit disembuhkan," keluhnya. (amr)