Cetak Ulama Handal dengan Kitab Kuning Cetak E-mail
Sabtu, 31 Juli 2010

TAPSEL-METRO; Untuk melahirkan ulama yang handal, Pondok Pesantren (Ponpes) Jabalul Madaniyah Sijungkang, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menerapkan metode kitab kuning.

Hal ini dikatakan Pimpinan Ponpes Jabalul Madaniyah Sijungkang, H A Gojali Siregar kepada METRO Jumat (30/7).

"Salah satu metode pembelajaran yang kita pertahankan adalah penerapan penguasaan kitab kuning bagi santri dan santriyah. Namun, tidak mengurangi penerapan materi pelajaran umum lainnya," ujar Gojali.

Disampaikannya, keberadaan ulama sangat dibutuhkan untuk membimbing umat terutama di tengah kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi. Namun, ponpes yang dipimpinnya akan tetap fokus pada pendalaman kitab kuning, mengacu pada tujuan utama dari pendirian pesantren untuk mencetak ulama.

"Ini sesuai dengan tujuan utama pendirian pesantren ini tahun 1968 silam, mencetak ulama yang siap pakai di tengah masyarakat yang dapat memperbaiki akhlak umat kelak," katanya.

Untuk saat ini, tambahnya, dari 32 orang staf dan pengajar yang dimiliki pesantren, masih ada 7 ustadz dan ustadzah yang menguasai kitab kuning yang siap mengkader ulama baru yang menguasai kitab kuning.

Pendalaman kitab kuning pada penerapan pembelajaran terhadap santri/santriyah di Ponpes Jabalul Madaniyah Sijungkang, lanjutnya, merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi calon santri/santriyah yang bercita-cita menjadi ulama. (ran)